Advertisement

Subscribe Us

Enaknya, Kita ngobrolin apa ya?

Haii, Haloo
Apa kabar?
Hemm, kita mau bahas apa ya?
Iya, enaknya kita ngobrolin apa?
 
Apa?
Gimana?
Terserah aku?
Oooh, iya bisa kok
Emangnya kamu mau dengerin?
 
Mau?
Yaudah, aku coba cerita lagi ya
 
Aku mau cerita tentang... kita, boleh kan?
Boleh, Oke sayang!!
 
Aku gak tau harus mulai dari mana, seperti yang kamu tau, overthinking terus berputar dikepala ku, mereka bermain seraya berkata "Heyy, lihat aku, hallooo aku memanggilmu, ada cerita baru loh, heii aku belum selesai".

Iya, mereka seperti beramuk di kepalaku. Sebelumnya aku sudah tidak pernah seperti ini, sejak aku bersamamu, mengenal kamu, dan kamu berkata "Terbuka ya sama aku". Seakan, aku harus membagi kisah dan pikiranku bersamamu. Tetapi apa kamu tau? Aku berusaha mencoba itu. Nyatanya, sesuatu yang menyiksaku, kini kembali berhasil menyapaku.

Salah satunya... aku kira setelah aku bercerita semuanya, kamu akan mendengarkan. Kamu dengar, tetapi pandangan dan tanganmu tidak melihat ke arah aku yang sedang bercerita ini. Tiba saja, salah satu pertanyaan muncul dalam benak ku "Apakah aku penting? Atau hadirku, hanya untuk menemanimu agar kamu tidak merasa kesepian? dan, aku siapa?"
 
Lagi - lagi, aku menyingkirkan jauh - jauh pikiran itu. Aku yakin bahwa aku salah, hingga sebuah konflik mempertemukan kita, dan aku kembali bertengkar dengan pikiranku. Dan semua itu, KARENAMU!
 
Menurutmu, pikiran aku jahat? sejahat itu? hemm, bisa saja sih. Tapi, kenapa yang tiba - tiba ada di pikiran aku terasa benar ya? Oh, okey baik, sepertinya aku yang salah lagi.

Tapi kan... aku seperti itu karena kamu, apa berarti... kamu yang jahat?

...
 
Iya, aku masih mau cerita lagi, bolehkan? kamu masih mau mendengarkan? atau sudah bosan? Kalau sudah bosan, yaa tak apa sih. Aku paham, namanya juga bosan kok.
 
Tidak? yaudah, aku lanjutkan kamu benar tidak keberatan kan?
 
Ada lagi yang menghantui pikiran aku, masih tentang kita yang penuh dengan tanda tanya. Tentang aku yang harus menerima, diam, dan menuruti semua pintamu atau kamu yang lumayan aneh?.

Aku merasa terganggu dengan seseorang yang kehadirannya terlebih dulu datang, dan bukan aku. Di awal, aku cukup biasa saja, bahkan tidak peduli akan hal itu. Tetapi, semakin kesini mengapa semakin mengganggu? Kamu yang belum bisa lupa? atau dia yang begitu spesial sampai kau sulit lupa?

Aku mengerti kok.
Sama, aku juga pernah berada diposisi sepertimu saat itu. Hanya saja, sebelum aku membuka hati untuk orang baru, aku membereskannya terlebih dulu. Agar, ketika seseorang yang baru hadir di hidupku, dia melihat aku tanpa ada bayangan masa lalu yang mengganggu. Karena aku tau, itu tidak mudah dan cukup sulit untuk diterima oleh pasangan. Maka dari itu aku lebih baik mencegah, memulihkan diri sendiri baru membuka hatiku untukmu.
 
Hingga akhirnya aku sadar bahwa... kamu, bukanlah yang aku mau, begitu pun aku bukanlah yang kamu mau. bukanlah pilihan yang aku ingin, aku cuma kau paksa bertahan. ilusi ku bak seorang putri dongeng, yang dihormati, dihargai hancur berkeping - keping dengan ingin mu yang menggantikan posisi dia, kamu melihat aku bukan karena diriku sendiri. tetapi, kamu melihat dia ada di dalam diriku, aku tertutupi dengan dia yang pernah hadir sebelum aku.

Dia... sebegitu membekas kah di ingatanmu? *aku sedikit tersenyum sambil menahan air mata, aku yakin aku bisa berkata ini*

Iyaa, hingga kamu sulit lupa bukan?  dan, dari semua cerita - cerita yang aku punya tadi, kamu paham kan? bahwa aku lelah, entah aku yang berjuang sendiri, entah siapa yang berjuang, aku tidak tau, tapi yang harus kamu tau, aku sangat mencintaimu sebelum aku bercerita ini.


Cerita dari Versi Wanita, dan akan hadir cerita dari versi cowok

You Might Also Like

0 Comments

Top Categories