Advertisement

Subscribe Us

Pukul dua Malam



Pukul dua Malam..
Seharusnya kita saling terjaga pada malam itu
Ternyata kita memounyai kisah klasik yang akan membekas di ingatan kita
Tetapi, sepertinya hanya ingatanku saja

Pukul dua Malam
Aku dan kamu malah saling berboncengan dengan sepeda motor andalanmu yang sangat jarang sekali kamu cuci
Katamu, hanya setahun sekali, lebih sering di cuci dengan hujan

Pukul dua Malam
Aku masih memelukmu erat,
Tak ingin lepaskan genggaman ku
Dinginnya perjalanan malam itu memang membutuhkan kehangatan bukan?
Makanya aku memelukmu

Pukul dua malam
Kau bilang "kita mempunyai cerita malam ini, dan cerita ini akan ku katakan pada anakku kelak. Nak, dulu mama sama papamu pernah ke tempat ini, pukul dua malam kita terjatuh dari motor, siku-nya terkena batu besar hingga membuat lengannya semakin membengkak dan membesar"

Pukul dua Malam
Kita belum sampai, kita masih berteduh
Kau mengobati lenganku yang terluka
Kepanikan yang tak pernah terlihat
Ku lihat, kau lebih berhati - hati
Dan lebih menjaga

Pukul dua Malam
Kita sampai ditempat
Kau memberikan seseuatu yang tak pernah ku lihat sebelumnya
Katamu "kamu lihat lampu - lampu disana bak layaknya bintang di langit angkasa? Kau tahu, disanalah kota Medan, tempat aku dan kamu tinggal dan juga perjumpaan kita"
Aku menatapnya haru, "Terima kasih telah membawa ku kemari, aku belum pernah melihat ini, aku sangat suka, dan aku tak pernah menyangka akan mendapatkan moment indah seperti ini, meski harus luka dulu haha"

Pukul dua Malam
Angin semakin kencang
Tubuh kita hampir goyang.
Kita hampir menahan semua barang yang kita bawa, karena dibawah sana jurang

Lagi - lagi kita gagal mendirikan tenda dengan pemandangan indah bak layaknya bukan berada di seperti dunia nyata

Lewat sudah pukul dua malam
Aku dan kamu memutuskan untuk mencari tempat lain
Akan lebih aman
Agar saling terjaga
Akan saling tertidur

Pukul dua Malam
Tercatat baik di ingatan
Ku tempiaskan lewat tulisan
Yang mungkin sudah kau lupakan
Terima Kasih untuk rekam jejak yang kau tinggalkan
Lautan kunang - kunang juga kenangan
Yang berenang dalam keabadian

You Might Also Like

0 Comments

Top Categories