Advertisement

Subscribe Us

Teruntuk Aku, Di Usia 22


Hai aku
Hai Usia 22
Aku berterima kasih pada diriku di usia 22
Semakin hari, semakin dekat dengan usia ke 23, hanya dalam hitungan minggu aku semakin sering untuk ingin memeluk diriku sendiri.
Rasa syukur ku tak henti
Allah memberiku pengalaman, pengajaran dan beberapa hal yang aku tak paham, akhirnya dapat ku mengerti.

Pada usia ke 22 aku pahami tentang jatuh dan bangun
Tawa dan air mata
Pertemanan, percintaan, pendidikan, pekerjaan,  hingga keluarga.

Aku kira, usia 22 ku sia - sia begitu saja. Nyatanya usia 22 mewujudkan mimpi - mimpi kecilku dulu, disaat duduk dikursi sekolah. Menjadi penulis buku, dan membuat situs website. Dimana aku mempunyai ruang, berbagi keluh, kesah dan resah.
Semuanya tumpah pada kata yang akan terbaca.

Maka dari itu aku bersyukur dengan diriku sendiri, bersyukur diusia ke 22 yang penuh berkah, perjalanan yang aku kaget bahwa aku bisa mencapainya, sebuah mimpi yang tiba saja menjadi nyata.

Intinya, aku banyak sekali bersyukur di usia 22

Hari ini, mendekati usia 23
Mungkin hanya hitungan jam saja
Dimana usia 22 ku akan segera berakhir
Sama seperti 22, aku belum merencanakan apapun. Hanya mengikuti alur. Entah rezeki baik apa yang datang di usia 23. Atau malah usia 23 menjadi usia terakhirku?
Maka dari itu, aku pun menyambut 23 dengan berbeda
Dengan sebuah alarm setiap hari bahwa "jadikan hari ini adalah hari terakhirmu. Maka berbuat baiklah, beribadahlah" entah sebuah kalimat dari siapa, namun aku pernah membaca dan mendengar ini.

Sekarang,
Berapapun usiamu, jadikanlah yang paling berkesan, dengan siapa kau menghabiskannya, dan apa yang akan terlewati.

You Might Also Like

0 Comments

Top Categories